puisi takut


Aku sebenarnya nggak tahu musti berbuat apa. Sungguh. Sebetulnya aku sayang
sekali padamu. Tetapi mungkin aku hanya bermain-main. Tidak. Aku kan serius.
Sungguh. Atau kamu yang sekarang bermain-main. Aku juga tak tahu kalau aku
begitu. Mungkin dulu aku begitu bernafsu. Bercumbu. Bukan karena kamu
melepas baju, tetapi memang takdir membuat kita begitu. Atau aku yang
terlalu takut melihat keadaan. Takut pada lingkungan yang jelas sangat
meremukkan. Setelah itu kau mengejarku. Takut aku. Melihatmu. Tolong
hentikan itu. Hey kamu, tolong hentikan itu! Mungkin aku bisa tahan. Mungkin
aku tak bisa tahan.

Dering telpon sering memerindingkan bulu romaku. Kucoba lari dari kejaranmu.
Kemana? Aku tentu tak tahu. Sebab aku tak bisa lari, aku hanya bisa
berhenti. Di sini. Mungkin kalau kau tak terlalu larut dalam perasaanmu, aku
pun begitu. Sungguh. Aku takut melihatmu. Apalagi memegangmu. Apalagi
bercinta denganmu. Aku takut melihat tumbuhnya bunga cintaku. Padamu.

Peliharalah bunga cintaku. Aku akan menyusulmu. Bila telah tiba waktuku.
Lepas dari sudutku. Tapi apakah mungkin itu. Janjiku (mungkin bohong lho)
aku akan menyayangmu. Padamu. Kau bukan pahlawanku.


pojok kuningan - 2000


Kumpulan Puisi Sastra Indonesia

  Belajar Hipnotis    Cerita Dewasa    Obat Kuat Herbal


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Beasiswa & Lowongan Kerja | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing

 

1