Artikel Kesehatan

 

Buka lebar pintu-pintu bagi Kristus
 

Rubrik Konsultasi Rohani
Pesan dan kesan anda setelah mengunjungi situs ini
Undang teman anda untuk mengunjungi website ini!
Jika anda ingin menerima berita terbaru dari situs ini, masukan email anda disini:

Daftar Keluar milis
Jadwal Misa Kudus di Indonesia
Link Situs-situs Katolik
Hai!! Jangan lupa kami menerima hasil karya tulisan anda untuk meramaikan situs ini. Kirim email ke: webmaster.

Anda bisa jadi evangelis?
Poin penting sejarah Gereja
Katekismus: Persatuan Gereja
Santa Maria dari Kazan
Basilika St.Maria Mayora
St.Yohanes Krisostomus
Dari Yahudi jadi Katolik
Perlunya Iman dalam hidup sehari-hari
Apakah saya bisa menjadi evangelis?
Pentingnya iman dalam hidup sehari-hari
oleh Fr.Wilfred Theisen OSB.

Ketika seorang bintang penyanyi terkenal seperti N'Sync atau Britney Spears akan menggelar konser di suatu kota, maka para penggemar mereka akan melakukan apa saja yang perlu demi supaya mendapat karcis masuk.

Bahkan tidak jarang para penggemar menginap satu malaman di jalanan untuk memastikan supaya mereka mendapat tempat duduk yang strategis pada waktu konser berlangsung. Bisa kamu bayangkan respon yang kamu dapat di loket penjualan kalau kamu muncul hanya sejam sebelum konser dimulai dan ingin membeli tiket. Boleh jadi kamu akan masuk waiting list.

Sungguh aneh bahwa kita seringkali gagal untuk mengerjakan sesuatu yang menyangkut kehidupan spiritual kita, dengan semangat dan ketekunan yang sama seperti yang kita lakukan untuk hal-hal menyangkut hidup sehari-hari.

Kita seringkali bertindak bodoh dan naif dalam hidup spiritual kita, tetapi cerdik, penuh perhitungan dan ide-ide dalam menangani urusan-urusan di dunia. Kita berbuat seperti lima gadis yang bijaksana ketika kita mengerjakan bisnis kita dan membuat rencana-rencana bagi keluarga kita. Di lain pihak, kita berbuat seperti lima gadis yang bodoh dalam hal-hal menyangkut kehidupan rohani kita.

Sebagai contohnya, sungguh naif kalau kita berpikir bahwa pengetahuan yang kita dapat dalam suatu mata pelajaran di sekolah dasar dan sekolah menengah sudah mencukupi bagi kesuksesan kita. Semua universitas bisa tutup kalau memang demikian halnya. Dalam setiap profesi pekerjaan, menambah ilmu-ilmu baru merupakan langkah yang harus terus-menerus dilakukan untuk menjaga supaya kita tetap cekatan dan sukses. Anehnya, dalam hal rohani, tingkat pengetahuan yang kita miliki sewaktu kita di sekolah menengah ataupun selesai katekumen seringkali dirasa sudah cukup untuk bekal sepanjang hidup kita. Contoh yang paling menyolok misalnya menyangkut Alkitab. Seindah apapun kisah-kisah dalam Alkitab merindukan pemahaman yang lebih mendalam dari seorang dewasa ketimbang seorang anak-anak maupun remaja.

Dalam dunia bisnis kita pernah mendengar slogan, "tidak ada hal yang gratis di dunia ini." Kita menerima slogan ini bahwa kamu tidak akan mendapat sesuatu tanpa berbuat apa-apa. Mengapa kita tidak mengenakan slogan ini dalam hidup rohani kita? Benar kalau dikatakan bahwa iman itu adalah suatu karunia dari Tuhan, tetapi semangat dan motivasi kita juga banyak memegang peranan.

Seorang katekis ternama pernah berkata begini: "Kalau kamu ingin supaya imanmu berkarya, maka kamu harus bekerja bagi imanmu itu. Kamu harus mengerti bahwa kamu harus bekerja keras bagi kebutuhan-kebutuhan rohanimu sama seperti kamu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan jasmanimu."

Kita seringkali mendengar orang-orang yang kehilangan imannya. Tidak jarang seseorang yang telah menjadi Katolik sejak lahir lantas makin menjauh dari praktek-praktek ajaran agama. Bagaimana erosi iman ini bisa terjadi? Pada dasarnya kita tidak kehilangan iman kita seperti layaknya kita kehilangan sesuatu barang materi. Kalau ingin digambarkan dengan kata-kata, kita kehilangan iman, ketika kita berhenti mengenakan aturan-aturan iman tersebut terhadap kehidupan kita sehari-hari.

Dengan kata lain, kalau iman kepercayaan kita tidak dijadikan pegangan sewaktu mengambil keputusan-keputusan dalam hidup kita sehari-hari, maka iman kita sudah mati. Ketika kita berhenti membuat keputusan-keputusan yang sesuai dengan iman kita maka iman kita tersebut sudah tiada lagi.

Seseorang yang bijaksana akan mulai sejak dini hari untuk membangun strategi yang akan digunakannya untuk menghadapi tantangan hari itu. Kalau kita telah memahami hal yang bijak ini, pada penghujung hari kita akan bersuka-cita seperti layaknya lima gadis yang bijaksana, dan tidak penuh penyesalan seperti lima gadis yang bodoh.


Diambil dari SF Charismatics, Vol.10,No.4,2003.
Alihbahasa dan adaptasi oleh Jeffry Komala
© Gereja Katolik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Toko Barang Antik   Pengobatan Herbal   Psikoterapi   Sekolah Sulap


Holistic Solution Center | Hypnosis Association | EFT Indonesia | Psikoterapis | Bawah Sadar | Belajar Hipnotis | Layanan Hipnoterapi | Belajar Hipnoterapi | Buku Hipnotis Gratis | Hypnosis Training | Organisasi Hipnosis | Master Hipnotis | Solusi Salah Ketik | Fakir Magic | Sekolah Sulap | Psikologi Indonesia | Terapi Musik | Aktivasi Otak | Neurotherapy | Pengobatan Herbal | Artikel Kesehatan | Pakar Seks | Terapi Seks | Master Seks | Obat Ejakulasi Dini | Perusahaan Furniture | Master Indonesia | Toko Barang Antik | Terapi Tertawa | Beasiswa & Lowongan Kerja | Kota Jepara | Pelatihan Internet Marketing